Kamis, 18 Oktober 2018

Artikel musik barat (modal,tonal,atonal)

KONSEP MUSIK BARAT (Modal,Tonal dan Atonal)
 Siapa yang tidak suka musik barat, hampir seluruh remaja Indonesia menyukainya mungkin karena trend,komposernya,penyanyinya atau mungkin karena melodinya.Selama ini mungkin kita hanya mengenal musik jazz,music pop,music rock atau genre yang lainnya.Ternyata konsep dasar music barat bisa kita lihat dari Modal,Tonal dan Atonal
 Sebelum  mengenal lebih jauh mengenai Musik Modal,Tonal dan Atonal alangkah lebih baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu music? dan apa saja yang bisa dikatakan music?. Musik adalah suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama,lagu dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat alat yang dapat menghasilkan irama. Sesuatu yang menghasilkan bunyi bisa juga dikatakan sebagai music, contohnya ketika kita memukul meja walaupun nadanya tidak berturan tetapi bisa menghasilkan bunyi yang bisa kita nikmati,nah ini berkaitan dengan pembahasan selanjutnya mengenai Musik Modal,Tonal dan Atonal
1.Musik Modal
 Musik Modal Adalah  karya musik yang berasal dari satu jajaran nada dengan jarak interval tertentu dan tidak ada hubungannya khusus antara masing masing not tangga nada tersebut kecuali nada dasar yang merupakan pusat (finalis)  (Dieter Mack, 1994).Prinsip modal berasal dari musik “monofon”, yaitu satu lagu saja atau satu melodi line yang dinyanyikan oleh satu atau beberapa orang. Dalam hal ini prinsip modal mirip dengan salah satu prinsip dalam musik karawitan yaitu sistem pelog/salendro, karena tangga nada pelog/salendro lebih berhubungan dengan karakter melodi yang monofon (horizontal) dan terdapat nada dasar juga sebagai “pusat”. Perbedaan dengan prinsip modal di Eropa dapat ditemukan dalam rangka ketentuan interval, karena di Indonesia tidak ada standardisasi jarak interval. Kenyataan ini bukan merupakan kekurangan melainkan perbedaan yang berdasaran estetika musik (sejarah, tradisi budaya) yang berbeda.Berdasarkan uraian diatas dapat kita ketahui ciri ciri music modal yaitu : Memiliki pusat nada yaitu nada dasar,Berifat monofon, tidak ada hubungan khusus antara masing masing tangga nada, menggunakan tangga nada pentatonic dan bersifat horizontal. Ternyata, terdapat beberapa budaya musik yang tetap mengembangkan prinsip pentatonis seperti Indonesia misalnya. Sedangkan di Eropa, unsur-unsur pentatonis diubah melalui sistem tangga nada modal. Padahal, karakter pentatonis masih sering muncul pada beberapa karya-karya musik Barat sebagai simbol “paling alami”.

Contoh karya music di eropa dengan unsur unsur pentatonis
  1. Musik monofon abad ke-7 yang namanya “Lagu Gregorian”
    2. Karya Claude Debussy yang berjudul “Epigraphes Antique”
    3. Karya Franz Schubert yang berjudul “Fruhlingstraum”

2.Musik tonal
 Musik Tonal merupakan sitilah musik berarti “menyatakan bunyi atau warna suara” sedang kan tone berarti “bunyi nada” itu sendiri. Musik Tonal Adalah Sistem musik yang memandang bunyi secara vertikal dan horizontal, adanya pusat nada yang di dengar atau dirasakan, artinya suatu rangkaian not tidak hanya memiliki hubungan secara horizontal saja setiap not itu tidak berdiri sendiri, memiliki Tanga Nada Diatonis Mayor dan Diatonis minor.Adapaun pengertian lain menurut para ahli yaitu “Musik Tonal adalah musik yang terpadu dan dimensi Musik disatukan jika mendalam merujuk ke sistem precompositional dihasilkan oleh prinsip konstruktif tunggal yang berasal dari skala tipe dasar;. Itu adalah dimensi jika dapat tetap dibedakan dari yang memesan precompositional “(Pitt 1995, 299).dari definisi tersebut dapat kita cirikanbahwa music Tonal itu memandang bunyi secara horizontal dan vertical,memiliki pusat nada,Menggunakan tangga nada diatonic mayor dan diatonic minor

3.Musik Atonal
 Pastinya telinga kita belum terbiasa mendengar kata musik Atonal bukan? bahkan majalah musik saja tidak banyak yang mampu membahas salah satu genre musik ini. Namun, menurut desas desus yang beredar mayoritas musisi tidak mengakui atonal sebagai genre musik dan menganggapnya sebagai kebisingan acak. Atonal sendiri adalah jenis musik tanpa nada dan disonansi yang mungkin memiliki kesamaan tetapi sebenarnya tidak sama.
 Sebenarnya, jika menganggap atonal bukan bagian dari musik agak kurang tepat. Sebab musik tanpa nada sebenarnya sudah familiar digunakan terutama dalam sejarah musik dan dipahami sebagai sebuah gerakan yang berbeda dimulai sekitar awal abad 20. Atonal sendiri saat itu muncul karena adanya keakraban manusia terhadap nada namun tanpa dibumbui dengan perasaan.
 Atonal mengajarkan kita untuk membuat musik berbumbu. Atonal juga ditengarai sebagai awal munculnya musik klasik yang sudah terlihat geliatnya sejak abad 20. Saat itu musik-musik tanpa nada banyak digunakan untuk acara peribadatan diberbagai gereja. Musik tanpa nada menjadi fenomena besar selama awal abad 20 karena dipandang sebagai musik alternatif yang lebih harmonis.
 Musik tanpa nada sebenarnya ditandai dengan sistem dan teori yang cukup mudah, yang nadanya hanya berupa “tonal”. awalnya banyak yang mencecar musik atonal karena dipandang tidak jelas, namun seiring dengan banyaknya musisi atonal yang lahir lambat laun orang-orang pun mulai menyukai musik ini. Ingin mengenal lebih jauh tentang musik ini? Pergilah ke Eropa karena di Indonesia belum banyak musisi yang mengetahui musik ini. Musik atonal tidak mengikuti aturan baku atau tanpa memperhatikan Tonal nada menggunakan tanggga nada kromatif.bisa kita katakana music Atonal ini music yang bersifat spontanitas.




Demikianlah penjelasan mengenai musik barat semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat di jadikan sebagai bahan pembelajaran.